Kamis, 28 Oktober 2010

Penanganan Resiko Kecelakaan Pegawai Pabrik

1. Pendahuluan

Dalam manajemen resiko, kita perlu menyadari bahwa segala benda di dunia ini memiliki resiko untuk mengalami kerusakan, termasuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu menganalisa resiko-resiko apa aja yang ada, berapa besar peluang resiko tersebut terjadi, beserta berapa besar kerugian yang akan dialami. Untuk resiko-resiko yang dapat menimbulkan kerugian besar ataupun memiliki peluang tinggi, kita perlu menyiapkan rencana antisipasi agar kehidupan rutin kita jangan sampai terlalu banyak terganggu apabila kerusakan tersebut terjadi.

2. Isi

Contoh penanganan resiko kecelakaan pada seorang pegawai pabrik :

Tarjo adalah seorang buruh di sebuah pabrik kain di Jakarta. Beliau sudah berkeluarga dan memiliki 5 orang anak. Setiap harinya Tarjo mengendarai sepeda motor untuk pergi kerja.

Pada suatu hari, musibah datang menimpa Tarjo. Motor yang dikendarainya ditabrak oleh bus yang melanggar lampu merah. Motor Tarjo mengalami kerusakan parah sementara Tarjo sendiri jatuh tidak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ternyata luka yang dialami oleh Michael cukup parah. Selama seminggu Tarjo berada dalam kondisi koma, tidak sadarkan diri. Setelah sadar, Tarjo masih harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama dua minggu. Sementara tangannya yang mengalami patah tulang tidak bisa digunakan untuk bekerja selama 3 bulan.

Perusahaan tempat Tarjo bekerja merasa turut berduka cita atas musibah yang menimpa Tarjo. Namun karena Tarjo tidak bisa bekerja dalam 3 bulan mendatang, mereka memutuskan untuk memberhentikan Tarjo.

Dengan demikian, kerugian financial yang di derita Tarjo antara lain :

1. Motor Tarjo rusak parah karena ditabrak bus.

2. Biaya rawat inap rumah sakit selama 3 minggu.

3. Obat-obatan yang diperlukan untuk memulihkan kesehatan Tarjo.

4. Kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan utamanya.

Yang perlu diperhatikan dari cerita di atas adalah bahwa semua orang memiliki risiko mengalami musibah. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mempelajari manajemen resiko. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti diatas yaitu menyiapkan dana darurat atau mengalihkan resiko ke pihak lain.

1. Dana Darurat

Dana darurat adalah sejumlah uang yang sengaja Anda sisihkan untuk digunakan pada saat darurat. Biasanya dana ini disimpan dalam bentuk tabungan dengan rekening khusus yang tidak boleh ditarik jika bukan dalam keadaan darurat. Kelebihan dari dana darurat adalah bahwa dana ini adalah tabungan Anda. Uang dalam dana darurat akan tetap menjadi milik Anda jika tidak terjadi musibah. Dan uang ini bisa Anda gunakan untuk kepeluan apa saja yang mungkin suatu saat Anda butuhkan.

Sementara kekurangan dari dana darurat adalah dibutuhkan kedisiplinan untuk secara berkala menyimpan uang ke rekening dana darurat dan kedisiplinan juga diperlukan agar dana darurat ini benar-benar disimpan, tidak ditarik untuk keperluan harian. Artinya Anda tidak secara sia-sia mempergunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang tidak perlu.

Namun, kekurangan terbesar dari dana darurat adalah terbatasnya jumlah uang yang bisa Anda tabung sebagai dana darurat. Dalam kasus seperti Tarjo, dana darurat tidak akan cukup untuk mengganti seluruh kerugian finansial yang diderita oleh Tarjo. Dalam hal ini, Anda perlu mempertimbangkan cara manajemen resiko yang lain.

2. Mengalihkan Resiko ke Pihak Lain

Cara lain untuk mengantisipasi resiko adalah dengan cara mengalihkan resiko tersebut ke pihak lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membeli asuransi. Dalam perjanjian asuransi, Anda menyerahkan sejumlah uang yang disebut premi kepada pihak penanggung(perusahaan asuransi) dan pihak penanggung berjanji akan memberikan ganti rugi kepada Anda jika Anda mengalami musibah.

Kelebihan dari cara ini adalah Anda akan mendapatkan uang ganti rugi dalam jumlah besar apabila terjadi musibah. Dengan perencanaan asuransi yang baik, Tarjo tidak perlu mengeluarkan uang pribadi satu sen pun untuk menutupi seluruh kerugian finansial yang disebutkan diatas.

Kekurangannya adalah resiko yang ditanggung oleh asuransi terbatas pada perjanjian polis asuransi. Misalkan perjanjian asuransi hanya meng-cover kerugian akibat meninggal, maka pihak asuransi tidak akan memberikan ganti rugi untuk biaya perawatan di rumah sakit. Selain itu, perjanjian asuransi juga memiliki batas waktu (biasanya hanya berlaku setahun). Jika dalam periode tersebut tidak terjadi apa-apa pada siri Anda, maka uang premi yang telah Anda bayar akan hangus.

3. Penutup

a. Kesimpulan

Pengetahuan mengenai manajemen resiko sangat penting dimiliki oleh masyarakat karena resiko sangat dekat dan erat kaitannya dengan masyarakat dalam kehidupan sehari- hari. Setiap hal yang kita lakukan mengandung resiko, hanya saja resiko yang dihasilkan dari tiap hal berbeda- beda, ada resiko yang baik dan tentu saja ada resiko buruk yang tentunya ingin dihindari semua orang. Ada dua cara untuk menangani resiko yaitu dengan mempersiapkan diri khususnya uang untuk menghadapi resiko yang akan terjadi atau mengalihkan resiko ke pihak lain, walau pun kedua cara tersebut sama- sama membutuhkan uang dari pihak yang mengalami musibah. Ironis memang, disatu sisi Anda memerlukan ganti rugi dalam jumlah besar apabila Anda mengalami musibah. Namun disisi lain polis asuransi membutuhkan biaya yang besar.

b. Saran

Dari kedua cara untuk menangani resiko di atas, pihak yang mangalami musibah memang harus mengeluarkan uang untuk mengantisipasi resiko yang dihadapinya. Sangat ironis bahwa di satu pihak, Anda memerlukan biaya besar apabila Anda mengalami musibah, namun di lain pihak Anda harus kehilangan uang Anda karena perjanjian asuransi. Oleh karena itulah Anda perlu menganalisa kebutuhan Anda sendiri. Anda perlu menetapkan sendiri resiko-resiko apa saja yang harus ditanggung oleh pihak asuransi, dan resiko mana saja yang bisa diatasi dengan dana darurat.

Sumber: http://blog.keuanganpribadi.com/manajemen-resiko/

0 komentar:

Poskan Komentar

mY eveRytHing